Perkembangbiakan
Tumbuh di daerah dengan
ketinggian 200-800 meter di atas permukaan air laut (dpl), daun dewa berkembang
biak dengan umbi atau stek batang.
Tak
jarang bila penanganan tidak tepat, daun dewa bisa saja terserang hama. Salah
satu hama yang sering menyerang daun dewa adalah kutu
putih. Upaya pengendalian hama dapat menggunakan pestisida
alami atau pestisida nabati. Kita dapat membuat sendiri
pestisida nabati menggunakan daun mimba, akar tuba, dan tembakau. Dengan cara
ditumbuk halus, lalu direndam air dan dibiarkan semalaman. Keesokan harinya
ramuan tersebut disaring, kemudian dilarutkan dengan air hangat. Hasilnya
disemprotkan pagi atau sore hari ketika cuaca cerah, tidak hujan, yang akan
menghilangkan khasiat pembasmi hamanya. Hindari penyemprotan pada siang hari,
karena sinar matahari yang terik dapat menguraikan bahan aktif pestisida organik tersebut.
Macam
pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman daun dewa adalah pupuk kandang yang
berasal dari kotoran sapi, kambing, kerbau ataupun ayam,
dan pupukorganik atau yang alami seperti kompos.
Daun
dewa dapat dipanen setelah mempunyai penampang daun yang lebar berwarna hijau
tua dan berbentuk sempurna. Pengambilan daun dengan menggunakan pisau yang
telah dibersihkan, sedangkan panen umbi dapat dilakukan setelah tanaman berumur
6-8 bulan. Pada umur tersebut umbi sudah siap untuk disemai guna memperbanyak
tanaman daun dewa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar