.jpg)
Daun dewa (Gynura pseudochina (Lour.) DC) bagi para praktisi obat sudah
tidak asing. Tanaman ini dapat digunakan dalam keadaan masih segar dan atau
dalam bentuk simplisia. Keuntungan ganda dari tanaman ini adalah selain
digunakan sebagai obat, daun dewa juga bsia sebagai sayur dalam bentuk lalapan.
Ada sebagian orang menyebut tanaman daun dewa untuk tanaman sambung nyawa, atau
sebaliknya. Hasil kajian ilmiah determinasi tumbuhan terhadap kedua tanaman
tersebut oleh Pusat Penelitian Biologi - LIPI, Bogor, menyebutkan bahwa nama
ilmiah daun dewa adalah Gynura pseudochina (Lour.)
Daun Dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.) biasa
ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Bagian tanaman yang bisa
digunakan untuk pengobatan adalah seluruh tanaman, dari mulai akar hingga daun.
Para nenek moyang kita sering menggunakan daun dewa untuk mengobati berbagai
penyakit seperti luka terpukul, pendarahan, batuk darah, muntah darah, mimisan,
infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa, pembekuan
darah, tulang patah dan pendarahan setelah melahirkan.
Tanaman yang konon berasal dari Birma dan Cina ini digolongkan pada tumbuhan
terna, dengan tinggi 30 – 45, tumbuh tegak dan memiliki umbi. Selain daunnya,
umbi tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat. Pada saat ini tanaman daun
dewa sudah banyak didapatkan di Pulau Jawa, bahkan sudah menyebar ke Pulau
Sumatera.
Daun dewa termasuk suku Asteraceae, marga Gynura dengan klasifikasi sebagai
berikut :
I. Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae (Compositae)
Marga : Gynura
Jenis : Gynura pseudochina (Lour.) DC
Manfaat Daun
Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
Manfaat Umbi
Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.
Cara Pemakaian
Pemakaian dalam: 15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, lalu minum.
Pemakaian luar: Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.
Luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
Manfaat Umbi
Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.
Cara Pemakaian
Pemakaian dalam: 15-30 gram daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, lalu minum.
Pemakaian luar: Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.
